mengapa gak bisa nyatu?

frie.jpg

Labku biasa mengadakan pertemuan rutin mingguannya untuk memenuhi 2 sks semester ini di hari jum`at jam terakhir. Di hari-hari terakhir, jam terakhir pula. Sehingga terasa kalau terbakarnya semangatku itu terlambat. Selalu datangnya ketika di akhir-akhir waktu di mana orang-orang mungkin sudah memikirkan acara weekendnya. Well, itu tidak terlalu berpengaruh bagi aku sih sebenarnya karena aku mengalami weekend yang lain selain sabtu dan minggu.

Di sini aku tidak sedang ingin menceritakan labnya aku. Mungkin disaat lain, aku akan menceritakannya. Ketika aku dipusingkan dengan yang namanya sotsuron alias skripsi ataupun hanya sekedar happyou (presentasi) mingguan yang sepertinya akan segera dimulai.

Tentu saja bagiku itu tidak hanya “sekedar happyou”, dengan kemampuan nihongoku yang terbatas, aku harus bisa menjelaskan seperti layaknya mereka. Masalah ini nanti saja ya dibahas. Sekarang masih permulaan, jadinya aku ingin menikmatinya saja dulu. Selama ini aku selalu merasa labku menyenangkan. Faktor pertamanya tentu saja karena topiknya sangat menarik bagi aku. Selama beberapa minggu kemaren aku belajar akuntansi..iya..akutansi :D. Kami yang berlatar belakang anak Natural Science juga belajar ini. Maksudnya sensei sih untuk memperkenalkan kami dengan dunia ini, ini juga merupakan bagian penting dalam dunia usaha. Karena tema kami memang berhubungan dengan management. Baru minggu yang lalu berganti topik ke Data Mining.

Faktor lainnya, karena aku merasa teman-teman anggota labku cukup menyenangkan. anak-anak di Labku ada 5 orang. 2 cewek dan 3 orang cowok. Alhamdulillah aku juga udah lumayan akrab dengan temen cewek yang satu Lab ini. Kami kenal pertama kali sejak sering satu kelompok waktu praktikkum di semester 4. Selama ini aku merasa aku nyambung banget ama dia.

Tapi ada satu hal yang sedikit mengganggu perhatian aku.Yaitu tentang 3 temen cowok yang satu lab. 2 diantara 3 cowok itu memang sepertinya sudah sejak lama akrab dan setahuku mereka itu satu kelompok di tankyuu kadai (=semacam project yang dibuat dan dilaksanakan oleh siswa secara berkelompok untuk syarat bisa masuk lab)semester kemaren dengan dosen pembimbing Senseiku yang sekarang ini. Di sini letak hal yang “agak” mengganggu perhatianku itu.

Karena 2 orang itu memang sudah akrab sekali, aku jadi menangkap kesan kalau teman yang satu ini jadi sendiri. Bahkan di kelas jarang sekali (kalau tidak mau dikatakan tidak pernah) kelihatan mereka ngobrol satu sama lain. Kalaupun ada, biasanya ngobrolnya itu ya tidak seperti kita ngobrol sama temen deh, hanya satu2 aja. Padahal menurutku juga sepertinya anak itu lumayan tipe orang yang suka ngobrol juga.

Terakhir kemaren, waktu jalan keluar kelas juga terlihat kalau teman cowok yang satu itu jalan sendirian saja di belakangnya mereka. Yah memang sih, ini baru. Tapi bagiku ini semacam apa ya..kesannya kok kaku banget. Padahal mereka itu kan sama-sama cowok. Dan insyaAllah kami akan terus bersama hingga satu setengah tahun ke depan. Kalau yang cowok itu saja susah untuk memulai apalagi aku yang cewek.

Tentang masalah ini, sering kali aku membanding-bandingkan dengan yang pernah aku alami sewaktu di Indonesia. Yang alhamdulillah, semuanya bisa cepet banget akrab.Bahkan hanya dalam waktu seminggu semuanya udah bisa nyatu. Trus kemaren temenku bilang yang kira2 artinya gini

kalau cuma seminggu sekali gini pertemuannya, pasti susah banget kan untuk bisa akrab satu sama lain. Beda dengan waktu SMU yang hampir sepanjang hari ketemu terus jadi dengan sendirinya bisa deket

hmm..aku cuma bisa bilang

sou da ne” (iya ya..).

Walau aku tidak sepenuhnya setuju dengan ini, karena menurutku mungkin saja. ya..mungkin di Nihon ini satu hal yang sulit sekali.

Tapi bagiku ini bukan suatu yang mustahil. Yang namanya udah satu kelas bahkan ini satu lab, walaupun bukan satu kelompok ama kita tetap aja itu teman. Aku memang tipe yang gak begitu suka sama yang namanya kelompok2 alias gank2-an dalam suatu pertemenan. Bagiku semua orang-orang yang satu angkatan itu temen. Walau pastinya akan ada salah satunya atau diantara beberapa orang itu yang akrab. Tapi bukan berarti dengan itu kita jadi tidak berteman atau bergaul dengan orang lain. Aku juga punya temen deket, tapi aku tetap ingin bisa akrab dengan yang lain.

Ah..nihon..yang memang hubungan antar personalnya atau “ningen kankei“nya ini masih bermasalah. Tapi aku tidak ingin terjadi padaku. Aku tetap ingin menjadi diriku sendiri, tapi tetap bisa menyeimbangi dalam berteman dengan mereka. Bagi kita ryuugakusei, berteman dengan temen-temen sesama ryuugakusei (pelajar asing) lainnya terkadang lebih menyenangkan. Karena tetap bisa bersikap seperti mana kita adanya. Jadi suka mikir juga, apakah memang orang-orang Jepang ini aja yang unik? Gak jarang jika sesama ryugakusei sedang berkumpul, kami membahas tentang keunikan orang Jepang ini.

Berteman dengan orang-orang yang beda kebudayan memang banyak seni dan tantanganya. Kita harus mampu memahami kebiasan-kebiasaan mereka, tapi tidak perlu terlalu tersugesti dengan itu. Karena itu bisa menghambat langkah kita. Terutama Jepang yang memang sangat menghargai privasi seseorang. Jadi tetaplah menjadi diri kita adanya, tapi tetap mengetahui batasan-batasannya.

Mudah-mudahan saja, seiring dengan waktu nanti kami bisa menjadi lebih biasa. Karena ini sudah menjelang masa-masa terakhirku kuliah di jenjang S1 dan aku ingin mengukirkan kesan terbaik di dalamnya.

Iklan

13 thoughts on “mengapa gak bisa nyatu?

  1. eh, sebelumnya mau nanya. kamu ambil jurusan apa, Dy?
    hehehe… maaph, selama ini emang ga tau! 😛
    btw, emang ada sih tipe org yg seperti itu, sulit bergaul di lingkungan yg buat dia asing.
    tp kita pun jangan semakin mengasingkan dia!
    gpp kok kalo kita ngajak ngobrol duluan.
    ga usah takut dibilang SKSD!
    lebih baik dibilang SKSD dr pd dicap belagu! betul, tidak? 😛

  2. bingung krn ngeliat isinya gado2 yah..kemaren belajar grafik komputer sekarang akuntansi..hehehe..jurusan aku namanya teknik sistem industri, untuk skripsi nanti insyaAllah, aku masuk ke lab manajemen informatika.
    tapi isi matkulku yg lain, mmg amburadul hampir ttg semua jurusan 😀

    iya juga sih Nil, cuma kadang suka bingung aja mo ngajak ngobrol apa..abis aku jarang maen ama temen2 cowok sini sih..temenku cewek semua..heheh
    bener jg nih, gpp kali ya..SKSD aja dulu..:D

  3. permisi.. mau berkunjung..

    menurutku, kebanyakan orang jepang kyknya emang rada2 anti sosial gitu. hidup mereka tidak lebih dari rumah, kantor, rumah, kantor. tapi mereka keliatan enjoy aja dg gaya spt itu, hehe.. itu yg saya lihat. jadi mereka susah untuk memulai hubungan. makanya ada orang2 otaku.

    bahkan di kaisya, kalo atasan mau ngobrol enak sama bawahan harus mabuk2an dulu minum sake di kedai biar bisa santai. saking kakunya kali ya, hehe.. parah. pernikahan pun di mereka kan jarang ya.. mungkin mereka perlu belajar dari orang2 indonesia yang sangat sosial, hehe ^^

    yayan
    salam kenal..

  4. @yayan
    iya..bener tuh, memang mereka sebaikny belajar sama kita bagaimana cara bersosialisasi yang baik dan bener..heheh..
    kalau seandainy tau bagaimana kita orang2 indonesia dlm berteman, pasti mereka ngiri deh..(katte na kangae nan dakedo) 😀

    aku kuliah di Fukushima daigaku
    iya salam kenal juga ya..thank`s udah mampir

  5. coba ajak makan bareng aja mbak satu kelompok atau jalan-jalan tapi pake duit masing-masing (hehehe).Belum pernah saya coba tapi Insya Allah bisa nyatu.

  6. @adit
    kok temenny pada kutip?heheh..sayangny mereka gak ada yg bisa bhs inggris maupun bhs indonesia satupun…bs bahasa jepang gak?^-^

    @toni
    hmm..seperti kalau itu di sini susah diterapkan sih yaa..biasany disini sih ada acara yg namany nomikai utk mengakrabkan satu sama lain (ktnya), mgkn kalau dikitanya ya makan2 itu..cuma ya aku krng suka, dan berharap acara itu gak ada. karena di acara nomikai itu pasti ada sakenya.

  7. “sou da ne”

    paragraf ke dua sebelum akhir itu keren banget.
    mau saya print trus dibakar abunya mau saya jadiin kopi

    cuma gw kok rada curiga yah, nadanya seperti membela gitu
    jangan2 co yang satu itu cakep huhuhuhuhu

    *koran gossip…koran gossip……korannya mbak….mas….*

  8. @toni
    heheh..seandainya bisaa..:D
    tapi kalau diganti dengan susu, gantian akunya yang ga bisa minum..huhu..

    @bedh
    gimana?? udah dijadiin kopi? gimana rasanya? :p tapi aku gak tanggung jawab yaa…^-^

    khekhekhe…cakep sih mmg..:p ya tapi kan sebagai sesama teman gitu lho..aku kan orangny suka gak tegaan..
    gimana jualanny, laku gak…hihihi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s