pertanyaan sensitif (iseng)ala orang Indonesia

Pasti udah banyak banget yang ngebahas tentang ini. Ada yang mengkhususkan topik ini menjadi bahan postingannya, ada juga yang nuliskan ketidaksukaannya dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Beberapa makna yang bisa diartikan dari pertanyaan tersebut. Mungkin maksudnya ingin perhatian, atau ada juga yang hanya sekedar pertanyaan basa-basi.

Tapi bagi para korbannya pertanyaan itu tidak lain hanya merupakan:

1. Pertanyaan yang tidak pernah memberikan solusi, hanya menambah beban saja.

2. Pertanyaan yang bermaksud menyindir.

3. Pertanyaan yang membuat seseorang menarik diri dari komunitasnya jika saja yang lain agak sedikit lebih beruntung dari dirinya sehingga membuatnya jadi minder serta rendah diri jika berada di komunitas tersebut.

4. Pertanyaan yang ujung-ujungnya membuat berdosa kalau seandainya dia mengumpat-ngumpat di belakangnya.

5. Pertanyaan yang sangat menuntut untuk selalu ikhlas dan lapang dada untuk menghadapi pertanyaan yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Jika ditanggapin dengan santai dan anggap angin lalu saja semuanya tidak akan menjadi masalah sebenarnya. Mungkin saat awal ditanyakan pertanyaan tersebut, masih terasa biasa-biasa aja. Toh masih ada waktu, masih bisa berusaha. Tapi jika sudah sekian lama berusaha ternyata belum menunjukkan hasil, baru para “korban” tersebut merasa terganggu dengan pertanyaan itu.

Sejak tinggal di sini, aku selalu menghormati privasi orang lain walaupun itu orang terdekatku sekalipun. Walau tentu saja hati ini tetap tergelitik ingin menanyakan hal2 yang bersifat pribadi. Tapi jika yang bersangkutan kelihatan tidak ingin membaginya, aku tidak akan pernah berusaha mengoreknya lagi. Itu haknya dia, dan aku tetap harus menghormatinya. Tokh, jika suatu saat dirasanya hal itu pantas untuk dibagi dia akan menceritakannya kepadaku. Dan sebisa mungkin, menghindari pertanyaan tersebut ke orang-orang tertentu yang kira-kira akan sensitif dengan pertanyaan itu.

jadi gini, melihat dari awal judulnya yang merasa orang Indonesia asli pasti tau dong apa pertanyaan yang kumaksud itu, yaitu pertanyaan yang selalu diikuti dengan kata “kapan….” πŸ˜€

Fase pertama biasa dimulai dari “kapan lulus?” -> “kapan kerja?” -> “kapan nikah?” dan kapan2 lainnya..

Tidak perlu aku jabarkan lagi rasanya, kapan pertanyaan itu dilontarkan ke kita.

Untuk diriku, sepertinya aku harus bersiap-siap menghadapi pertanyaan seperti itu. Sampai sekarang sih sudah mulai sering ditanyakan, tapi ya..masih sedang dalam proses jadi belum begitu mengambil pusing, dalam kurun waktu beberapa bulan lagi insyaAllah, πŸ™„ . Siapin jawaban penangkis, dan yang paling utama siapin hati :mrgreen:

Walau sebenarnya aku masih suka iseng sih, nanya ke teman-teman. Tapi tentu saja nanya ke teman-teman yang memang belum waktunya untuk menjadi sensitif ^-^ . Kalau misalnya dia masih kuliah, tanyakan saja kapan nikah bukan kapan lulus πŸ˜€ , walau banyak juga yang nikah ketika kuliah tapi kan kita hanya menilai secara umum pola masyarakat Indonesia saja.

Jadi sebaiknya kita harus “be sensitif” dengan orang yang kita tanyain itu ya, jangan sampai pertanyaan-pertanyaan itu mengganggu kejiwaannya dia..huehueheue..memang ada yg kayak gitu ya…

Alangkah lebih baiknya jika menanyakan pertanyaan tersebut disertai dengan solusinya, misalnya nih..tanya “kapan nikah?” kepada seseorang yang memang sudah cukup umur dan kelihatan masih belum ada tanda2 (tanda2 apa yak..hihih..), mbok ya langsung sediakan solusi dengan menawarkan seseorang yang kita kenal gitu.. πŸ˜† kan lebih baik seperti itu daripada nanya hanya menambah2 beban orang aja kan? πŸ˜›

owkeh, ini semua cuma pendapat pribadiku saja kok, hanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman tidak berdasarkan bukti yang otentik (bener gak sih tulisannya? πŸ˜†

so, menurutmu ?? πŸ˜‰

Iklan

positive thinking

Sering banget kata-kata ini disebutkan di buku-buku motivasi yang aku pernah aku baca. Tapi ternyata untuk menerapkannya gak semudah itu ya. Beneran deh, terutama buat aku yang sering parno ama pikiran sendiri.

Harus berkali-kali membelokkan pikiran kembali ke jalan yang benar. Walau terkadang secara semena-mena ianya kembali ke jalan yang salah dan tidak pada tempatnya..huhuhu..

itu yang sedang ku alami sekarang. Padahal pernah tuh tahu, kalau sebenarnya yang aku pikirkan itu salah sama sekali. Dan ujung-ujungnya diriku menyesal dan merasa bersalah karena sempat berpikiran seperti itu. Soalnya kenyataannya jauuhh banget dari yang kupikirkan. astaghfirullah. Dan itu semua hanya telah menyakiti diriku sendiri karena telah berpikiran yang bukan-bukan.

Dan sekarang lagi-lagi aku harus dihadapi dengan permasalahan yang sangat menuntut aku untuk tetap berpositive thinking. Yang aku takutkan juga sebenarnya, kalau apa yang aku lakukan ini juga termasuk tidak berkhusnudzhon dengan Allah. so, positive thinking aja deh n keep smile ok πŸ˜‰ .

Astaghfirullah..ampunkan hamba Ya Allah

Dan sekarang aku sedang berusaha berfikir untuk tetap terus berpositive thinking tentang diriku tentang dia tentang orang-orang disekitarku. Dan harus terus-terusan menyangkal bahwa yang aku pikirkan itu salah besar.

SEperti saran temanku (huhu..makasih bangeett udah dengerin menye2ny aku kawan) aku coba untuk menulis segala hal yang positive itu. Dan alhamdulillah, it worked, because i`ll believe it. Aku bisa lebih sedikit bernafas lega sekarang. Walau sisa-sisa kemumetan di kepala masih ada hehehe.

Percaya dengan apa yang sudah kujalani sekarang. Dan tetap terus berdo`a untuk mendapat yang terbaik dari NYA.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Aku berdasarkan kepada sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingati-Ku. Apabila dia mengingati-Ku dalam dirinya, niscaya aku juga akan mengingatinya dalam diri-Ku. Apabila dia menyebut-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan menyebutnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya dengan sehasta. Apabila dia mendekatiKu sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku dalam keadaan berjalan seperti biasa, niscaya Aku akan datang kepadanya dalam keadaan berlari-lari kecil.”

(HR : Bukhari Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jauhilah persangkaan,karena persangkaan itu perkataan yang paling dusta”(Muttafaq alaihi)

Sebagai pengingat buat diri sendiri.

women`s time

Hari ini pulang kuliah ntah kenapa hasrat untuk pergi jalan-jalanku timbul. Setelah kemaren tertunda karena tiba-tiba dijemput untuk pergi jalan2 juga. Tapi maksudnya kali ini jalan2 sendiri sambil cuci mata gitu deh. dah sakit nih mata kagak pernah dicuci lagi..heheeh..(hiperbol).

Kira2 apa yang akan dilakukan oleh seorang wanita(baca : aku) ketika berjalan-jalan sendirian itu?

Pertama tentu saja melihat-lihat atributnya cewek seperti : baju,rok,tas,sendal sepatu dkk..^-^. Apalagi tulisan Clearance Sale 30%~50% Off tertulis besar-besar di sana. Wah…tentu saja ianya menarik perhatianku. Melihat2,memilih, memilah jika ada yang berkenan ditandai aja dulu gak usah diambil, kali aja ada yang lebih bagus di tempat lain. Biar gak nyesel nih ceritanya…Setelah puas berkeliling dan sudah menandai barang-barang yang pengen kubeli.

Langsung kutuju tempat kedua yaitu toko bodyshop. Asli demen banget aku ke sana. Kadang gak beli sih..cuma liat2 saja. Sambil make2 testernya..kan gratis tuh..heehehe.. Dan sesekali kadang ikut coba2 alat2 make-up yg ada dan dipakein. Kadang gak enak jg sih kalau gak beli, tapi kan dia yg nawarin bukan aku yg mau. Walau ntar ujung2nya terbeli juga..hehehe..Kemaren aku coba lipglossnya. Trus tadi eyeshadownya..dan akhirnya terbeli juga sama aku,karna ngerasa cocok aja.. Walau gak tau kapan dipakenya. Kalau lipgloss sih bakal dipake terus insyaAllah. Eye-shadow?walah… Tapi,gak papa lha kan ya.. Sekalian belajar gimana cara makenya,kan untuk masa depanku juga ini..hahaha..ngasal…

Setelah itu, balik lagi ke toko yang udah kutandai tadi. Berhubung tas kuliahku udah butut sekali dan baju2 pun tidak ada yang berkenan di hati. Jadi kali ini kuputuskan untuk beli tas saja. Kebetulan lagi diskon juga. Masalah belanja ini, aku sangat melibatkan hatiku. Kalau gak ada yang langsung “ngeklik” istilahnya. Biasanya jarang kupaksa untuk beli. Karena alih2 dia membuat diriku senang, ujung2nya jadi bingung ngapain di beli ya dan nyesel deh buang2 duit saja. Tapi kalau udah langsung jatuh hati dan ngerasa klik aja sama barang tersebut, itu susah banget udah untuk melupakannya, karena selalu terbayang2 di mata..hehehehh…

trus abis tu ya makan. tempat makan favoritku yaitu di saizerya. Menu favorit spaghetti peperonchino(bener gak ya tulisannya?) ama sotong yang dikasi olive oil gitu,plus salad udang yang seger banget menurutku. Mungkin kalau masih muat perutku bisa kutambah dengan pizza..hehehe..tapi sepertinya dalam keadaan selapar apapun perutku cuma bisa menampung 2 menu itu saja. Makannya sih santai bangett..memang niatnya cuma santai2 doang..sambil dengerin ipod dan baca buku. Pokoknya mantap deh…

Begitu lah biasanya kuhabiskan waktu yang biasa kusebut women`s timenya diriku. Hanya ingin memanjakan diri untuk sekedar melepaskan sumpekan yang ada di pikiran. Alhamdulillah selama ini cukup ampuh buat menghilangkan penatku sesaat. Apalagi setelah mencium wangi2an di toko body shop ituh..heheehe..Dan alhamdulillah sekarang ini, diriku merasa cukup bahagia sekali. Dan jadi sedikit bersemangat, setelah mere-charge energi yang mulai soak..hehehe..

Btw, apa memang semua wanita seperti ini ya? atau hanya diriku saja..hehehehe.. πŸ˜€ . Tapi tetep harus disesuaikan dengan keadaan dong ya. Jangan dipaksain, yg ada bisa tambah stress ntar. ^-^

PS : hanya pendapat pribadi, sama sekali tidak ada bermaksud untuk promosi πŸ˜›