talking `bout future?

Menjelang akhir masa pendidikan di S1 ini, disadari atau tidak pikiranku sering melayang ke masa depan. Mengkhayal lebih tepatnya. Kira-kira abis ini aku mau ngapain yak? mau kerja di mana yak? atau lanjut sekolah aja?

hmm..untuk lanjut sekolah lagi semuany masih dalam tahap pemikiran saja, belum sampai di keinginan. Karena insyaAllah aku telah mutuskan untuk meninggalkan Jepang setelah tamat S1. Jadi tentu banyak alternatif masa depan yang telah aku susun. Tapi itu semua hanya alternatif yang tentunya hanya berupa konsep idealku saja. Kenyataannya, wallahu`alam. Yang jelas yakin kalau skenario Allah itu pasti jauh lebih indah πŸ™‚ .

Akhir-akhir ini, sering terjadi perang pemikiran di benakku tentang keinginan masa depanku ini. Karena sedikit terjadi perbedaan antara harapan dan keinginan.

Sebenarnya aku tau benar insyaAllah apa yang aku inginkan, apa yang (mungkin) akan membuat aku bahagia. Tapi yang sering jadi dilema dalam diriku sendiri itu adalah harapan orang-orang sekitar terhadap diriku. Berharap agar aku bisa berkarir sesuai dengan latar belakang pendidikanku.

Bekerja identik dengan menghasilkan uang yang tentunya bagi sebagian orang pekerjaan adalah sebagai wadah untuk mengaktualisasikan diri. Jadi ada yang memang materi oriented, ada juga yang hanya sebagai bentuk kepuasan batin dengan bekerja.

Kalau aku termasuk yang mana ya? (hmm..yang jelas insyaAllah aku tahu fitrahku sebagai wanita.)

hmm..barusan aku membaca tulisan yang keren banget yang oleh penulisnya diberi judul survivalitas.

(sebaiknya baca dulu deh..abis tu baru balik lagi ke sini (beneran jangan lupa balik lagi lho ya… :mrgreen: )..biar jelas apa yang ingin kupaparkan di bawah ini πŸ™‚ )

Semua yang dipaparkan di sana pas banget dengan yang ada dipikiranku tentang konsep idealku. Dan aku juga setuju 100% tentang paparanny beliau yang ini

inti hidup itu bukan karir tapi mencukupi keluarga di segala aspek. Lahir batin.

Bahagia lahir batin. Itu kan yang dicari?? Kebahagiaan sering dikaitkan dengan materi. Memang benar kebahagiaan itu bisa saja didapatkan dari materi, tapi materi itu tidak bisa membeli kebahagiaan. Dan itu sama sekali berbeda.

Sekarang ini, aku sedang menyiapkan salah satu dari 4 point yang dipaparkan di sana. Dengan harapan aku bisa mengembangkannya sedikit demi sedikit dari sana. hmm..gak besar sih, cuma rasanya untuk saat sekarang ini cukup,alhamdulillah.

hmm..jadi bingung inti dari tulisan ini apa ya..hehehe..Sebenarnya awalny sih aku ingin memaparkan keinginan dan planning kehidupanku yang sudah tergambar di kepalaku . Tapi ditengah tulisan aku memutuskan untuk batalin aja deh. Sebagiannya sudah terpaparkan di tulisannya suamigila itu kok. *smile*

so, mari (lagi2 mengutip akhir tulisannya suamigila di akhir tulisanny itu)

hidup yang terplanning, imbang, beralasan dan hepi.

Tapi kutambah lagi ya..”dan berkah + bermanfaat bagi orang lain” ..aamiin..

karena kalau udah berkah insyaAllah pasti bahagia.

ok, selamat membuat peta kehidupan masing-masing ya.

Iklan

6 thoughts on “talking `bout future?

  1. Mungkin dari sekarang harus di-setting aja. APa yang paling diinginkan, kejar dari sekarang… atau rancang dari sekarang. Saya juga dulu seperti Dy kok, tapi salah saya menyerahkan pada nasib… jadinya terombang-ambing πŸ˜€

  2. Hem..sudah buat planning apa, aja, Ya ?

    Sepertinya udah mantap dengan pilihan hati, ya…

    Jadi inget perkataan salah seorang tamunya Safir Senduk dalam “MOney Talk”, kata beliau
    “Carilah pekerjaan yang menghasilkan uang yang banyak..atau Carilah pekerjaan yang membuat anda bahagia ..agar dikemudian hari anda tidak menyesal..”

    Buat kakak sendiri, sih..
    Mudah-mudahan dapat dua-duanya…Amin
    *Berdoa mode on

  3. kk suka tulisan yang ini … emang kenyataannya kita sering memikirkan untuk hari depan kita. setiap orang punya cita-cita, setiap orang punya impian.
    Tapi cita-cita dan impian di masa depan itu dapat berubah dengan adanya perubahan dalam diri kita. Klo dlu kita masih kecil pengennya jadi astronot, pramugari, pilot, presiden dll, tapi coba sekarang klo ditanya mo jadi apa? jadi menteri cukup lah … hehe πŸ™‚

    kk sebenarnya juga masih bingung… karena memang gak ada planning dari diri kk sendiri. kenapa sekarang kuliah s2, ntar lulus mau kerja dimana masih belum tau. Yang bisa kk lakukan hanya menjalaninya aja… semoga semua ini medapat ridho Allah SWT. Biarlah masa depan itu hanya jadi impian. Kita bisa berencana tapi hasilnya kita belum tau, itulah kodrat Allah SWT.

    udah nonton Kungfu Panda?
    Yesterday is history, tomorrow is mystery, today is a gift … so, ambil hadiahnya dengan usaha dan tawakal.

    klo kata temen kk, sering2 muhasabah… biar bisa kalkulasi dan buat planing yang baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s