changed???

genki kan cg??daijoubu kan yah di sana??nanka nee..ima no cg to mukashi no cg ga chigau ki ga suru naa..hontou ni daijobu deshou nee?? hyotto shite..otona ni natta??!!huhuhuhu..joudan desu

sehat2 aja kan? gak kenapa2 kan ya disana? hmm..gimana ya..ngerasa kalau cg yang sekarang tuh beda sama cg yg dulu, mungkin karena jadi lebih dewasakah?huhuhu..becanda desu πŸ˜€

kira-kira itu komentar oleh temanku di salah satu postinganku di blognya kami :),yang baru kubaca hari ini. FYI “cg” itu sebenarnya singkatan dari “cumi goreng” panggilanku di blog ituΒ  :mrgreen: (kami tidak memakai nama sebenar di sana,melainkan gunain nama2 makanan yang mengingatkanny pada diri masing2 πŸ™‚ ). teman-teman yang selalu mendampingiku di 2 tahun pertama setelah tamat smu, dan setelah berpencar di universitas masing-masingpun bisa dipastikan temanku hanya mereka-mereka saja. pada waktu liburan, selalu merancang mau kemana,atau merancang rencana pulang bersama. Tapi sekarang,berhubung sebagian ada yang sudah menikah, dan ya mungkin juga dengan kesibukan masing-masing jadi susah untuk berkumpul bersama. wajar sih, tapi kuyakin hati kami masih tetap bertaut.

hmm..sebenarnya cuma pengen nulis sesuatu tentang tulisan di atas. sebenarnya ini bukan kali pertama aku dapat komentar seperti itu. sebelumnya juga pernah, mungkin kalau orang yang kenal benar dengan aku dan merhatiin aku akan merasakan perubahanku itu. tapi masalahnya aku sendiri kadang suka gak sadar dengan perubahan itu. yang aku tau sekarang ini hanyalah insyaAllah aku lebih bisa menghadapi segala kemungkinan diluar dugaan dengan hati lapang. karena cuma itu yang aku bisa, cuma cara itu yang aku tau untuk bisa menghilangkan segala kecemasan. tapi kalau sampai berubah dari sisi yang lainnya, hmm..gak tau juga ya. nyadar sih, kalau aku udah gak bisa lagi nyeletuk2 gak penting kyk dulu. bawaanya terkadang agak sedikit serius. yah..walau sesekali ada juga dong becanda2nya.

apa itu yang dimaksud dengan dewasa?

hhmm..apa memang proses selama aku di sini, yang telah membentuk aku? kalau memang seperti itu, rasanya aku lebih ingin diriku yang dulu. yang bisa berhaha-hihi, dengan lepas. bukan dengan segala keseriuasan yang ada didiriku sekarang. terkadang ada sih datang gilanya, tapi biasanya itu sebenarnya pelarian. pelarian dari keadaan, hanya ingin menyenangkan orang lain agar diriku juga bisa merasakan hal yang sama.

jadi ingat sama lyric lagu yg berjudul “pulang” dari rectoversonya dee lestari, yang rasanya sebagian dari sana bisa dikatakan sedikit menggambarkan diri aku yang sekarang ini.

Pulang By : Dewi Lestari

Tuhanku
Ku ingin bercerita
Ku tunduk bersujud
Ku mulai berdoa

Lelahnya jiwaku
Beratnya langkahku

Tuhanku
Ku rindu tawaku yang dulu
Kejujuran kebenaran yang dulu ku tahu
Ke mana semua
Sejauh itukah
Ku sesal sudah

Peluklah semua tanyaku
Jawablah dengan cara Mu

Tuhanku
Ku ingin berkelana
Kembali mencari jalan ke rumah
Bukan di sini tempat ku
Bukan mereka yang ku cinta

Hari ini
Ku mengenali
Arti keberanian
Yang menerbangkanku
Di atas semua derita
Dan apa kabarnya

Usai semua sandiwara
Cukup ku berpura pura
Sejujurnya
Hanya dia yang ku cinta
Ke hatinya aku ingin pulang

Iklan

mahalnya hidup di indonesia

Barusan baca berita di riauinfo.com yang bilang kalau tarif parkir akan naik buat kendaraan roda 2 dari 500 jadi 1000, roda empat 1000 ke 3000. hiks..hiks..mahal amat 3000?? sebagai pengguna kendaraan roda empat (karena gak bisa ngendarain yg rodanya 2 :mrgreen: ) , terang saja terasa kali bagi aku nanti. kemaren yang tarif parkirnya cuma 1000 aja rasanya banyak uang yang habis buat parkiran aja. bisa dipastikan uang 1000an itu gak pernah mampir di dompet. dan dalam waktu sekejap aja uang 1000an yg aku kumpulkan buat parkir yang biasa diletak di laci,habis hanya untuk parkir.apalagi ini klo jadi 3000? parkir di mal apalagi??mo jadi berapa ntar ya..

wuaa..tidakk..hidup di Indonesia terasa makin mahal aja sepertinya. solusi yang terpikirkan sama diriku sekarang ya berarti jadinya harus pinter2 ngatur strategi sebelum pergi, biar gk pemborosan di parkirnya. sebisa mungkin kurangi tempat singgah.klo seandainya jaraknya tidak begitu jauh hindari pakai kendaraan, jalan kaki saja. itung2 olahraga. yah..seandainya aja lha ada alat transportasi yang nyaman, pastinya bakal banyak yang milih pakai kendaraan umum saja. atau mungkin sama aja ya..karena lebih keliatan elit dengan kendaraan pribadi.. :wonder: , solusi lain ??jangan keluar2 rumah..atau kembali hijrah ke negeri orang??ini mah aja ya..malah tambah mahal πŸ˜€ , atau culik orang lain buat nganterin kemana2…hahaha..ngasal.. πŸ˜›

ini baru untuk masalah parkir saja ya. karena mau tak mau ini termasuk anggaran yang tidak bisa dihindarkan. huh..harus siap2 juga nih..

postingan gak penting ini cuma dijadikan pengantar buat saya sebelum tidur..ok bye.. (hahah..serasa di plurk) :mrgreen: